* Bagaimana kamu bisa sabar menghadapi sesuatu,
bila kamu belum mempunyai pengetahuan cukup tentang hal itu?
* Musa berkata, "Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai seorang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam suatu urusan pun."
* Dia (Khidir) berkata " jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan sesuatu kepadaku sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu."
* lalu berjalanlah keduanya, hingga tatkala mereka menaiki perahu, lalu Khidir melubanginya. Musa berkata, "Mengapa kamu melubangi perahu itu, bukankah akibatnya dapat menenggelamkan penumpangnya? sesungguhnya kamu telah berbuat kesalahan besar."
* dia (Khidir) berkata, "Bukankah aku telah mengatakan bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku."
* Musa berkata, "janganlah kamu menghukumku karena kealpaanku dan janganlah kamu membebaniku dengan kesulitan dalam urusanku."
* Kemudian berjalanlah keduanya, hingga tatkala mereka berjumpa dengan seorang anak, lalu Khidir membunuhnya. Musa berkata, "mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, tanpa alasan yang benar? sesungguhnya kamu telah melakukan kemungkaran."
*Khidir berkata "Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sabar bersamaku."
* Musa berkata, "Jika aku menanyakan kembali sesuatu kepadamu, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah memberiku cukup uzur kepadaku."
* Lalu keduanya berjalan; hingga tatkalanya mereka berdua tiba pada penduduk suatu negeri, mereka minta supaya penduduk negri itu mau menjamunya, tetapi penduduk negri itu tidak ada yang menjamu mereka. kemudian di dalam negeri itu mereka melihat dinding sebuah rumah roboh, lalu Khidir menegakkan dinding itu. Musa berkata, "Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu."
* Khidir berkata," Inilah saat perpisahan antara kau dan aku. aku akan memberitahukan kepadamu tujuan perbuatan2ku yang membuatmu tidak sabar menghadapinya."
* Adapun bahtera itu adalah milik orang - orang miskin yang bekerja dilaut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena dihadapan mereka ada seorang raja yang hendak merampas setiap bahtera.
* Adapun anak itu, kedua orangtuanya adalah orang - orang mukmin namun kami khawatir kelak anak itu akan menjadikan kedua orang tuanya berbuat kesesatan dan kekafiran.
* dan kami menghendaki supaya Tuhan mengganti anak itu dengan anak yang lain yang lebih baik kesuciannya dan lebih menyayangi (orangtuanya)
* Adapun dinding2 rumah itu adalah milik 2 orang anak yatim yang tinggal di kota itu, dan dibawahnya tersimpan harta benda milik mereka. Ayahnya adalah seorang yang saleh, sehingga Tuhanmu menghendaki bila kelak anak2 itu dewasa, mereka dapat menggunakan hartanya sebagai rahmat dari Tuhanmu dan aku melakukannya tidak menurut kemauanku sendiri. demikianlah tujuan dari perbuatan2ku yang membuatmu tidak sabar menghadapinya.
source : QS. Al Kahfi 68 - 82
from missnajm's friendster blog 22 may 2007
Dalam hidup sehari - hari, seringkali terdengar keluhan. "gue udah cukup sabar. tapi sampai kapan harus saba....rrrrr?".*
kadang tanpa disadari, saat melihat sesuatu yang tidak lazim dari pandangan di sekeliling, kita dengan begitu mudahnya kemudian menjudge sekaligus menilai sesuatu itu baik atau buruk. benar atau salah . padahal?!?! belum tentu! itu kan penilaian satu sisi sudut pandang manusia. sementara orang yang di judge? apa akan berpikiran sama? rasanya belum tentu. berpikir berputar. toh ... setiap sesuatu pasti ada tujuannya kok. gak perlu ribetin urusan orang lain lah. seperti tulisan kecil di blog saya yang lain "Tuhan gak bakal bawa kita kesini, tanpa maksud dan tujuanNya. jadi, tenang saja. aja wedi kangelan."
Buat aldie aroganku. terimakasih, mudah2an blog ini berguna buat yang lain juga. maaf bukan maksud menggurui yang baca ya. cuma share apa yang sudah saya baca.. ^_^