“Hey sini2. Foto yuk. Tapi pakai apa yaa…” “Foto pakai topeng aja!!!” “Okeh. Siap dek! Sip!”
Click. Click. Click.
Menikmati. Sambil bernyanyi. Bergaya sana sini. Nanananana.
Click. Click. Click.
“udah belum ih!” “aku gak bisa liat ni.” (gelap tidak melihat karena tertutup topeng) “ih udah belum? aku gak bisa nafas.” (Sesak. Diam2 menyingkap topeng sedikit untuk bernafas)
Tapi dia tetep mencoba menikmati. Nananana. Sambil bernyanyi. Sambil baca surat – surat pendek.
Click. Click. Click.
“iiih,,, tangan aku pegel” (mulai gak nyaman dan tenang) “udah belum sih? aku capek nih” (semakin tidak nyaman semakin tidak tenang) “udah atuh ih.” (mulai kesal. Mulai marah. Semakin banyak keluhan) “sampai kapan aku harus pakai topeng?”
Hm? Hey… dalam kehidupan bukankah banyak sekali manusia bertopeng? Baik manusia bertopeng maupun yang setengah topeng.
Ironis melihat manusia berteriak senang melihat topeng monyet padahal mungkin saja monyet pun tertawa terbahak melihat topeng manusia
Eh eh eh ditanya tuh? Sampai kapan harus pakai topeng? Woooii…. Sampai kapan harus bersembunyi di balik topeng?
topeng.... topeng.... banyak orang yang bertopeng..... seperti aku. harusnya kau memoto aku. karena mukaku memakai topeng,,, cring...cring....cring,,, kalo di buka wow.... cristina aguilera... hahahhaha